Tentang Jesse, Celine, Nadira, Tara dan Perpisahan


Catatan (sangat) pendek untuk Uti, Ita, Ito, To’i, Ati atau siapapun yang (mungkin) membutuhkan.

Jesse-Celine

Waktu kuliah, aku pernah menonton film indie berjudul Before Sunrise yang bercerita tentang sepasang muda-mudi yang (tidak sengaja) bertemu di dalam sebuah perjalanan menggunakan kereta api. Mereka menghabiskan semalam penuh, bersama. Di Vienna, mereka bicara apa saja sampai pagi datang menjemput. Tentang sekolah, pekerjaan, kematian, kehidupan, sex, cinta, dll, dll, dll. Mereka berkeliling kota, berjalan kaki, naik kapal, menonton pertunjukan tari, didatangi peramal, bercumbu di padang, stargazing, naik commuter line, mendengarkan penyair jalanan membacakan puisi khusus buat mereka berdua, dll, dll, dll. Continue reading

Aku Ingin Mengucapkan Selamat Tinggal


Aku Ingin Mengucapkan Selamat Tinggal

untuk rain, bapak dan uti

Tulisan ini lahir sekitar pertengahan bulan september 2014. Semua ini akan kuawali dengan “siapalah kita manusia. Usia kita di dunia ini ibarat angin yang berhembus. Sekarang bertiup, sekejap lagi sudah belalu. Hilang. Apalah artinya puluhan atau seratusan tahun usia manusia jika dibandingkan dengan jutaan milyard tahun cahaya yang terbentak di galaksi.”

Bicara umur di dunia, akhir-akhir ini aku merasa kalau waktuku di bumi sudah tak lama lagi. Aku tak yakin secepat atau sesingkat apa lagi umurku. Tapi aku punya firasat akan mati muda. Mungkin 30-an, atau 40-an. Dan aku tidak akan meratapi firasat itu. Tapi, sebelum waktuku tiba, aku mau mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang paling kucinta. Dan ketahuilah kalau hidupku bahagia ketika menyadari kalian ada di bumi yang kusinggahi ini. Continue reading

Sudah Sempurna


Semalam aku bermimpi tentang uti lagi. Rambut pendeknya masih belum panjang. Senyumnya masih semanis saat terakhir kali kami bertemu di mimpiku yang sebelumnya. Tapi uti yang ini bukan lagi utiku yang kecil imut umur sewindu. Hari itu senja di hari sabtu, seminggu sebelum hari pernikahan uti dengan laki-laki pilihan hatinya. Aku sedang di teras belakang rumahku membaca sebuah buku yang kemarin baru kubeli. Uti lalu duduk di sampingku memulai perbincangan kami. Continue reading


Super Daddy, Super Mommy

Satu hari temanku cerita tentang kenangannya sewaktu masih sekolah. Kala itu katanya ada PR di mana salah satu pertanyaannya: “Siapa pendiri kota Medan?”. Sama sepertiku sewaktu sekolah dulu, setiap pekerjaan rumah harus dibubuhi tanda tangan orang tua sebagai validasi kalau PR tersebut dikerjakan di rumah, bukan di sekolah. Sewaktu menyodorkan PR itulah ayah dari temanku melihat pertanyaan tentang pendiri kota Medan belum dijawab oleh putrinya. “Guru Patimpus”. Demikian sang ayah memberitahu putrinya, lengkap dengan ejaan, pe-a-te-i-em-pe-u-es. Temanku lalu menulis di buku PR-nya: Guru Patimpus.

Sampai di sekolah, sewaktu hendak mengumpulkan PR, temanku tiba-tiba merasa kurang percaya diri dengan jawaban “Guru Patimpus” tersebut. Teman-teman sekelasnya menuliskan nama-nama beken pahlawan sebagai jawaban pertanyaan tentang pendiri kota Medan. Dan alangkah terkejutnya temanku tersebut ketika gurunya mengatakan jawaban mereka sekelas tidak ada yang benar karena jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut adalah “Guru Patimpus” sama seperti yang dikatakan ayahnya. Belasan tahun setelahnya, temanku itu mengeluarkan kalimat. Bapakku hebat lho. Semua dia tau. Semua. Kalau aku ada PR trus aku nanya dia, pasti dia tau jawabannya. Aku aja yang tidak percaya diri karena melihat jawaban teman sekelasku. Continue reading

Ini Rindu


Ini Rindu

Mengenang Tanpa Ditemani

Dariku, untuk mereka yang lagi merindu atau mengenang sesuatu, seseorang atau saat-saat tertentu.

Oh… Aku rindu,katakan padanya aku rindu.

Oh burung nyanyikanlah, katakan padanya aku rindu…

 

Duet Lucky Resha dan Darma menutup acara “Pendopo” di TVRI malam itu, Sabtu—20 Juli 2013*. Satu setengah jam ternyata sudah berlalu. Lagu “Ini Rindu” karya Farid Harja terasa begitu pas menggambarkan suasana hatiku saat itu. Yah, ini rindu. Bongkahan es rindu yang tersiram air hangat perjumpaan. Mencair. Mengalir.

Continue reading